MARTAPURA – Berawal dari hobi mengisi waktu luang, Akhmad Fauzi Ramadhani atau yang akrab disapa Dhani, mengembangkan minatnya di bidang seni lukis karakter kartun original. Berbekal imajinasi, ketekunan, dan semangat untuk terus belajar, ia menghasilkan karya dengan karakter dan cerita yang diciptakan sendiri.
Dhani membagikan kisah perjalanan dan pengalamannya menekuni seni lukis karakter kartun original dalam sesi talkshow Radio Suara Banjar, Sabtu (10/10/2026) sore.
Ia mengungkapkan, seni lukis karakter kartun original masih belum banyak digeluti. Karena itu, ia berharap karya dan pengalamannya dapat menjadi inspirasi sekaligus membuka peluang bagi generasi muda yang memiliki bakat di bidang seni untuk mengembangkan kemampuannya.
“Saya aktif melukis karakter kartun ini sejak lima tahun terakhir. Tentu banyak hal yang sudah saya pelajari dari awal hingga sekarang. Dulu, pewarnaan yang saya buat masih kurang sempurna, tetapi sekarang saya mulai memahami gradasi warna agar lukisan menjadi lebih baik,” ungkap Dhani.
Menurutnya, salah satu tantangan dalam menekuni seni lukis karakter kartun original adalah menciptakan tokoh dan cerita berdasarkan imajinasi sendiri. Proses tersebut membutuhkan kreativitas serta kemauan untuk terus mengasah kemampuan agar setiap karya memiliki ciri khas.
Di tengah kesibukannya bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar, Dhani memanfaatkan waktu luang pada akhir pekan atau setelah pulang bekerja untuk melukis.
Kegemarannya tersebut juga mendapat respons positif. Sejumlah pesanan datang dari teman, relasi, hingga seorang pejabat di daerah lain. Lukisan karakter kartun yang dibuatnya umumnya dipesan sebagai hadiah untuk anak atau keponakan karena temanya dekat dengan dunia anak-anak.
“Melukis biasanya saya lakukan saat mengisi waktu luang di akhir pekan atau setelah pulang bekerja. Alhamdulillah, terkadang ada pesanan dari teman-teman, relasi, bahkan pernah seorang pejabat di sebuah daerah yang meminta dibuatkan lukisan,” ujarnya.
Dari perjalanan tersebut, Dhani telah mengumpulkan sekitar 60 lukisan karakter kartun original sebagai koleksi pribadi. Ia mengaku tidak pernah menetapkan target jumlah karya yang harus diselesaikan setiap tahun. Baginya, melukis merupakan kegiatan yang dijalani dengan senang hati sekaligus sarana untuk terus mengembangkan kreativitas.
Meski demikian, ia menyimpan sejumlah impian besar, di antaranya menggelar pameran lukisan dan mencatatkan rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pelukis karakter kartun original dengan jumlah karya terbanyak.
Kecintaannya terhadap seni juga didukung penuh oleh keluarga yang memiliki ketertarikan di bidang tersebut. Selain itu, Dhani banyak belajar dari pamannya, yakni saudara dari ayahnya, yang dianggap sebagai salah satu senior dalam perjalanan mengenal dunia seni lukis.
Tak berhenti pada karakter kartun, saat ini Dhani juga mulai mempelajari seni lukis umum dan kaligrafi. Ia meyakini, mencoba hal baru merupakan bagian dari proses belajar untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kreativitas. Menurutnya, kemampuan dalam bidang seni tidak dapat berkembang tanpa latihan, kesabaran dan kemauan untuk mencoba berbagai hal. Setiap proses, termasuk kesalahan yang ditemui saat berkarya, menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri.
Melalui pengalamannya, Dhani berpesan kepada generasi muda agar memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat serta menjauhi narkoba. Ia juga mendorong anak muda untuk mengenali, mengeksplorasi dan mengembangkan bakat yang dimiliki.
“Apapun bakat dan kemampuan yang kita miliki harus dieksplorasi dan dikembangkan dengan baik. Teruslah belajar, apa pun bidang yang menjadi kelebihan diri kita,” pesannya.
Kisah Dhani menjadi pengingat bahwa hobi yang ditekuni dengan konsisten dapat berkembang menjadi karya yang bernilai. Dengan kreativitas dan semangat belajar, ia berharap seni lukis karakter kartun original semakin dikenal dan diminati masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Banjar.
Reporter : Akhmad Effendy
Editor: Ronny Lattar
Uploader : Suhendra