MARTAPURA BARAT – Pemerintah Kabupaten Banjar terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.
Hal tersebut ditandai dengan diresmikannya UPTD Puskesmas Martapura Barat, yang dirangkaikan dengan peresmian UPTD Puskesmas Karang Intan 2, Pengaron dan Kertak Hanyar, oleh Bupati Banjar H Saidi Mansyur, Selasa (10/2/2026) pagi.
Peresmian ini menjadi bagian integral dari implementasi visi dan misi pembangunan Kabupaten Banjar dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas dan sejahtera. Pembangunan serta revitalisasi puskesmas tersebut sekaligus mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur pelayanan kesehatan tingkat pertama secara berkelanjutan.
Bupati Banjar H Saidi Mansyur menjelaskan bahwa pembangunan baru UPTD Puskesmas Martapura Barat merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Bangunan puskesmas sebelumnya telah berusia sekitar 13 tahun dan berada di kawasan yang rawan terdampak banjir, sehingga kerap mengganggu kelancaran pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Selain faktor usia bangunan, kondisi puskesmas lama juga sudah tidak memenuhi Standar Bangunan dan Tata Ruang Puskesmas sesuai ketentuan Permenkes,” ungkap Saidi.
Ia menambahkan, kondisi serupa juga terjadi di sejumlah puskesmas lain di Kabupaten Banjar yang telah berusia antara 20 hingga 30 tahun. Permasalahan utama meliputi keterbatasan lahan, ketidaklayakan bangunan hingga kendala status tanah.

“Dengan berbagai keterbatasan tersebut, pembangunan gedung puskesmas baru menjadi solusi atas kendala teknis yang selama ini dihadapi,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Saidi juga berpesan kepada pengelola dan seluruh tenaga kesehatan di UPTD Puskesmas Martapura Barat agar memanfaatkan fasilitas baru ini dengan sebaik-baiknya, serta mengisinya dengan dedikasi dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Saya berharap puskesmas ini menjadi tempat yang penuh berkah, bermanfaat, dan benar-benar dirasakan kehadirannya oleh masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Noripansyah menerangkan bahwa proses pembangunan puskesmas dapat terlaksana berkat sinergi pendanaan dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Menurutnya, DAK memiliki peran yang sangat vital, khususnya untuk sektor kesehatan yang memiliki standar teknis tinggi.

“Pemerintah daerah akan terus mengoptimalkan seluruh skema pendanaan yang tersedia demi kepentingan masyarakat. Penentuan lokasi gedung baru juga telah dilakukan secara cermat, mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banjar,” jelas Noripansyah.
Dengan beroperasinya gedung puskesmas yang baru dan layak, Pemkab Banjar berharap dapat menyediakan layanan kesehatan tingkat pertama yang bermutu, merata, dan terjangkau, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif bagi tenaga kesehatan.
Reporter : Fuad Rivan
Editor : Ronny Lattar
Uploader : Suhendra