MARTAPURA – Pelayanan Posyandu di Kabupaten Banjar kini tidak lagi hanya identik dengan penimbangan balita. Melalui penerapan Posyandu Enam Standar Pelayanan Minimal (6 SPM), masyarakat dapat memperoleh layanan dasar yang lebih lengkap, lebih dekat dan lebih mudah dijangkau.
Keberhasilan itulah yang membuat Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, datang ke Kabupaten Banjar untuk belajar secara langsung bagaimana pelayanan tersebut dibangun hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kunjungan Tim Pembina Posyandu Kabupaten Pulang Pisau disambut Ketua TP Posyandu Kabupaten Banjar, Hj Nurgita Tiyas, di Aula Gedung Dekranasda Martapura, Senin (20/7/2026).
Hj Nurgita Tiyas menegaskan bahwa keberhasilan Posyandu bukanlah hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan dan terutama para kader yang setiap hari hadir melayani masyarakat.

“Yang paling penting bukan sekadar menjalankan program, tetapi memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari pelayanan Posyandu yang semakin lengkap,” ujarnya.
Setelah berdiskusi di Dekranasda, rombongan melanjutkan kunjungan ke Posyandu 6 SPM Jati 2, Desa Pasar Jati, Kecamatan Astambul, untuk melihat langsung bagaimana pelayanan diberikan kepada warga.
Suasana hangat langsung terasa sejak rombongan tiba. Para kader Posyandu Jati 2 menyambut tamu dengan yel-yel penuh semangat yang menggambarkan kekompakan dan kecintaan mereka dalam melayani masyarakat.

Selanjutnya, Pambakal Desa Pasar Jati, Qozweni, memaparkan perjalanan desa dalam mengembangkan Posyandu 6 SPM. Diskusi berlangsung terbuka, di mana kedua daerah saling bertukar pengalaman tentang cara menghadirkan pelayanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Rombongan kemudian meninjau setiap ruang pelayanan Posyandu. Para kader menjelaskan secara rinci alur pelayanan, administrasi, hingga pelaksanaan 6 SPM dengan percaya diri dan mudah dipahami.
Kemampuan para kader tersebut mendapat apresiasi dari Ketua TP Posyandu Kabupaten Pulang Pisau, Hasanah Rifa’i. Menurutnya, para kader di Kabupaten Banjar tidak hanya memahami konsep Posyandu 6 SPM, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata di lapangan sehingga pelayanan menjadi lebih berkualitas.
Yang menarik perhatian rombongan adalah semangat belajar para kader Posyandu di Kecamatan Astambul. Mereka memiliki paguyuban kader Posyandu, sebuah wadah untuk saling berbagi pengalaman, berdiskusi dan mencari solusi bersama agar kualitas pelayanan terus meningkat.

Para kader Posyandu Jati 2 juga memperkenalkan inovasi berupa buku edukasi bergambar yang dibuat sederhana, menarik dan mudah dipahami. Buku tersebut membantu masyarakat mengenal enam layanan dasar Posyandu sehingga warga lebih memahami manfaat yang bisa mereka peroleh.
Sebagai penutup, dilakukan penyerahan cendera mata dari Ketua TP Posyandu Kabupaten Pulang Pisau kepada Pambakal Desa Pasar Jati, dilanjutkan foto bersama.
Rombongan kemudian diajak melihat langsung contoh implementasi Standar Pelayanan Minimal bidang Perumahan dan bidang Pekerjaan Umum, sebagai bukti bahwa Posyandu 6 SPM tidak hanya berbicara tentang kesehatan, tetapi juga mendorong kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kunjungan ini menunjukkan bahwa praktik baik yang dilakukan Kabupaten Banjar tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain.
Di balik keberhasilan tersebut, ada dedikasi para kader Posyandu yang terus belajar, pemerintah desa yang aktif berinovasi, serta sinergi lintas sektor yang memastikan pelayanan benar-benar hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Karena Posyandu yang kuat bukan sekadar tempat pelayanan, tetapi ruang tumbuh bersama untuk mewujudkan keluarga yang lebih sehat, lingkungan yang lebih baik dan masyarakat yang semakin sejahtera.
Reporter : Rif’ah
Editor : Ronny Lattar
Uploader : Suhendra