Dihantam Pandemi, Sejumlah Sekolah Nasabah Bank Sampah, Vakum

204

MARTAPURA,- Sekolah sekolah yang ada di Kabupaten Banjar disarankan untuk memiliki pengelolaan sampah yang baik, selain sampah non organik juga organik yang memang banyak ditemukan disekolah.

Hal tersebut disampaikan Dewi Heldayanti Direktur Bank Sampah Sekumpul ketika talkshow Bijak Kelola Sampah (Bakisah), di Radio Suara Banjar, Kamis (22/9/2022) pagi.

Dikatakan Dewi, untuk pengelolaan sampah organik yang baik disekolah, adalah dengan cara membuat lubang dilingkungan sekolah dan mengumpulkan sampah organik di lubang tersebut dengan keadaan tidak terbungkus atau dalam keadaan terurai.

” Tiap sekolah terutama yang Adiwiyata pasti punya halaman yang luas, mungkin dibagian halaman belakang yang bisa dimanfaatkan, dan bisa mengubur sampah daun, sisa makanan dan sebagainya,” ucapnya.

Sejauh ini dikatakan Dewi setidaknya sudah ada sekitar 10 sekolah yang sudah kerjasama dengan pihaknya sebagai nasabah dalam pengelolaan sampah dimaksud, baik pilah sampah non organik ataupun organik. Hanya saja terjadi kevakuman kegiatan lantaran banyak sebab.
Diantaranya, siswa yang berganti setiap tahunnya, guru yang mutasi serta pandemi Covid-19 yang menglanda.

” Kami akan koordinasi dengan sekolah yang bersangkutan untuk menghidupkan kembali program pilah sampah tersebut, saldo mereka juga masih ada,” ujarnya.

Selain sekolah tingkat SD, SMP dan SMA pihaknya juga menargetkan sekolah TK khususnya yang berada di Kota Martapura untuk di ajak kerjasama pilah sampah. Sejauh ini MoU sudah dilakukan dan tinggal pelaksanaan.

” September ini kita sudah kerjasama dan Oktober nanti mulai action,” bebernya.

Selain sampah non organik dan organik pihaknya juga sudah mengarah ke sampah B3 atau sampah beracun untuk dipilah yang memang membahayakan seperti paku bekas yang berkarat, sampah medis dan benda lainnya.

Dewi Berharap kedepan semua sekolah yang sudah MoU dengan pihaknya kembali bisa berjalan lagi programnya. Sehingga bisa kembali merambah sekolah sekolah yang ada di kecamatan lainnya untuk kerjasama.

” Insyaallah selama jaungkauan masih bisa, masih kami layani meskipun hanya sekedar edukasi sampah organik tadi. Baik yang sudah adiwiyata atau yang belum bisa kerjasama dengan kita,” tutupnya.

Reporter ; Ronny
Editor : Ronny Lattar