Sukses Usahanya, Hobi Penyebabnya

267

MARTAPURA,- Berawal dari hobi jajan pisang karamel, Dhea Maulida mengawali kesuksesannya punya usaha sendiri. Al hasil berbagai lomba yang di ikuti mampu menorehkan prestasi yang gemilang.

Seperti juara 1 Wirausaha Muda Syariah Fesyar KTI Tahun 2022, juara 2 Pemuda Pelopor Bidang Pangan tingkat Nasional 2021. Juara 1 Pemuda Pelopor Bidang Pangan tingkat Kota Banjarmasin 2021, juara 1 Pemuda Pelopor Bidang Pangan tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2021,  serta juara 3 Wirausaha Muda Syariah Bank Indonesia 2021.

Sederet prestasi tersebut diungkapkannya ketika menjadi bintang tamu ” Ngobras ” (ngobrol bareng santai) di studio Radio Suara Banjar, Minggu ( 17/07/2022 ) sore.

Perempuan yang akrab disapa Dhea ini panjang lebar beberkan perjalanan usahanya yang digelutinya saat ini, dari sebuah hobi hingga bikin usaha sendiri yang berlokasi di Jalan Samudra no 61C Komplek Beruntung Jaya Kota Banjarmasin.

” Berawal pada tahun 2016 tepatnya kuliah semester 3 hobi jajan pisang karamel, beli tiap hari sampai pada akhirnya bikin sendiri dan di bawa kekampus, sering di titip ke koperasi dan juga sekolah – sekolah,” ujarnya.

Perempuan kelahiran Sleman 26 November 1997 dan dibesarkan di Banjarmasin ini menceritakan, seiring waktu, ternyata permintaan pisang karamel miliknya semakin hari semakin meningkat. Namun bukan berarti usaha tersebut berjalan mulus. Dhea punya kendala yakni semakin susahnya mencari bahan kulit lumpia sebagai bahan pisang keramelnya. Akan tetapi ia tak menyerah begitu saja, ia mencari cara  bagaimana mengolah kulit lumpia sendiri.

Ternyata caranya berhasil, bahkan sampai saat ini ia bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar yang memang tidak memiliki pekerjaan dan anak-anak yang putus sekolah. Tercatat ada 20 karyawan yang dimilikinya.

Dhea juga menyebut  diantara karyawannya tersebut, ada dua orang sudah membuka usaha pengolah kulit lumpia sendiri.

” Inilah yang menarik perhatian tim juri saat ikut perlombaan Pemuda Pelopor sampai bisa menjuarai karena dilihat dari segi sosial dan inovasinya,” jelasnya.

Lebih jauh ia berpesan kepada seluruh pemuda agar jangan kebanyakan over thingking atau banyak berpikir secara berlebihan dan penuh keraguan.  Menurutnya pemuda harus punya plan kedepan, dan untuk menambah wawasan anak muda juga harus ikut pelatihan-pelatihan yang ada baik di kabupaten maupun provinsi.

Terakhir Dhea memberikan motivasi kepada pemuda agar tetap semangat.

” Jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah, lapangan kerja semakin sedikit, berarti kita di tuntut untuk harus kreatif dan berinovasi. Jangan pernah berhenti berpikir untuk menyongsong masa depan,” pungkas Dhea yang Ingin selalu bermanfaat bagi orang lain.

Reporter : Akhmad Effendy
Editor : Ronny Lattar