Gt Marhusin : Perilaku Hijau Masyarakat Belum Maksimal

580

MARTAPURA,- Menjadi pekerjaan rumah (PR) yang berat, untuk menumbuhkan dan memberikan pemahaman agar masyarakat mengerti akan artinya kebersihan lingkungan, karena secara umum masih banyaknya masyarakat yang seolah tak peduli dengan keberadaan sampah.

Hal ini diutarakan Lurah Sekumpul Gt Marhusin di sesi talkshow Bijak Kelola Sampah di studio Radio Suara Banjar, Kamis ( 21/4/2022 ) pagi.

Menurutnya, pengelolaan sampah harus dimulai dari basis paling bawah, yakni dari lingkungan rumah, lingkup RT RW, kemudian desa dan kelurahan. Hal ini juga memerlukan waktu yang lama dan harus melalui perjuangan panjang, seperti yang dilalui Bank Sampah Sekumpul.

” Sudah merasakan perjuangan ini, namun disadari hingga saat ini masih menjadi PR yang berat. Kedepan pada level kelurahan dan desa, kita benar – benar harus merapatkan barisan, samakan visi bahwa perilaku hijau masyarakat belum dapat atau belum maksimal,” jelas Marhusin.

Hal penting lainnya menurut Marhusin, perlu lebih diaktifkan penegakan Perda Kebersihan, karena selain memberikan efek jera pada oknum pelaku pembuang sampah sembarangan, juga bisa memberikan pendidikan kepada masyarakat akan pentingnya lingkungan yang bersih, bebas sampah dan sehat.

“Keberadaan Bank Sampah Sekumpul sendiri sangat membantu kami di kelurahan sebagai pembina, melalui  programnya semisal sampah jadi uang yang bisa dijadikan tabungan akan menjadikan daya tarik masyarakat agar lebih peduli serta memahami kelola sampah yang baik dan dapat bernilai guna” ujarnya.

Dijelaskan, jika dibandingkan dengan luar negeri, secara umum di Indonesia perlu banyak belajar dari mereka perihal kepedulian sampah di masyarakat, namun setidaknya memberikan pemahaman sejak usia dini harus dilakukan mulai di tingkat rumah masing-masing.

“Paling utama dari semuanya adalah ada pada diri kita sendiri,  mau tidak mau harus dipaksa untuk kita menyadari pentingnya kelola sampah, kemudian masyarakat, pemerintah dan swata bersama sama bagaimana meakomodir dan mencari solusi pada permasalahan sampah ini,” pungkasnya.

Reporter : Akhmad Effendy
Editor : Ronny Lattar