Lapas Narkotika Gelar Razia, Petugas dan WBP Tes Urine

265

KARANG INTAN,- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan, gelar Razia Gabungan Satops Patnal Pemasyarakatan Tingkat Wilayah Kalimantan Selatan, Kamis (27/10/22).

Razia digelar bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalsel, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banjarbaru, TNI/Polri.

Razia dilakukan pada 3 Blok di Lapas yakni, Blok A, B dan C, dimana setiap Blok berisikan 20 bilik kamar.

Dalam razia tersebut, 11 pegawai Lapas Kelas IIA Karang Intan dan 10 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) turut serta melakukan tes urine, guna mendeteksi adanya penggunaan narkoba pada pegawai Lapas maupun WBP.

Adapun hasil dari tes urine tersebut, semua dinyatakan negatif, sedangkan dari hasil temuan razia pada blok-blok kamar di dapati beberapa korek mancis, obeng kecil, gunting dan tukul dan

Kepala Divisi Pemasyarakatan, Sri Yuwono mengatakan, kegiatan ini dilakukan guna mendeteksi dini adanya penggunaan narkoba pada WBP dan petugas sesuai arahan Presiden RI.

Sri Yuwono menambahkan, razia dan tes unire ini dilakukan pada saat ada insidentil, dikarenakan keterbatasan alat tes urine, sehingga untuk melakukan tes urine tidak bisa dilakukan setiap saat.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalsel, Lilik Sujandi menjelaskan, kegiatan adalah salah satu cara memutus rantai jaringan narkotika.

“Giat ini dilakukan sebagai salah satu cara dalam memberantas dan memutus rantai jaringan norkotika yang mungkin saja melibatkan WBP maupun petugas,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, kerjasama ini penting untuk dibangun, agar saling memberikan informasi antara Kanwil KemenkumHAM dengan BNNP.

“Ini juga bertujuan membangun sinergitas operasional yang memberikan dampak pengembangan yang lebih efektif,” jelasnya.

Kepala Lapas Kelas II A Karang Intan, Wahyu Suseyto mengatakan, selain bertujuan mendeteksi dan memutus jaringan narkotika, giat ini juga dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas dan kondusifitas di lingkungan Lapas.

“Razia gabungan satuan operasional kepatuhan internal (satops patnal) ini kita selenggarakan dalam rangka sinergitas Pemasyarakatan dengan BNNP Kalsel, TNI dan Kepolisian, bagian dari upaya kita menjaga stabilitas dan kondusifitas di lingkungan Lapas, dan pencegahan P4GN yang menjadi tugas kita bersama,” pungkasnya.

Adapun hasil dari tes urine tersebut, semua dinyatakan negatif, sedangkan dari hasil temuan razia pada blok-blok kamar di dapati beberapa korek mancis, obeng kecil, gunting dan tukul dan lainnya.

Rilis
Editor : Ronny Lattar