MARTAPURA – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sukses melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Batch 1 di Malaysia. Program pengabdian masyarakat tersebut berlangsung sejak 27 April hingga 14 Mei 2026 dan difokuskan di kawasan Felda yang meliputi Gugusan Adela, Sening, Kledang dan Tunggal.
Pengalaman selama mengikuti KKN Internasional tersebut dibagikan oleh dua peserta, Muhammad Aghil Surya Saputra dan Grace Febriany Nadeak, saat menjadi narasumber dalam sesi talkshow Radio Suara Banjar, Kamis (25/6/2026) pagi.
Aghil menjelaskan, program KKN Internasional ULM tahun ini dilaksanakan di dua negara tujuan, yakni Jepang dan Malaysia. Dari lebih dari 100 pendaftar, sebanyak 16 mahasiswa diberangkatkan ke Malaysia dan 20 mahasiswa ke Jepang. Menurutnya, peserta KKN Internasional di Malaysia membawa sekitar 20 program kerja yang mencakup bidang kesehatan, ekonomi dan pendidikan. Seluruh program tersebut berhasil dilaksanakan dengan baik selama masa pengabdian.
“KKN Internasional di Malaysia ini membawa sekitar 20 program kerja dan syukurnya semuanya dapat terlaksana dengan baik. Program tersebut meliputi kesehatan, ekonomi, dan pendidikan. Dalam pelaksanaannya, ULM bekerja sama dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM), termasuk dalam penentuan lokasi desa tempat kegiatan berlangsung,” ujar Aghil.
Mahasiswa semester delapan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Program Studi Fisika itu mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga selama mengikuti program tersebut. Salah satu hal yang paling berkesan baginya adalah melihat kemajuan desa-desa di Malaysia yang meskipun berada jauh dari ibu kota, telah didukung teknologi dan infrastruktur yang memadai.

Sementara itu, Grace Febriany Nadeak mengatakan persiapan yang dilakukan sebelum berangkat ke Malaysia tidak hanya berkaitan dengan program kerja, tetapi juga pemahaman terhadap budaya dan bahasa setempat.
Menurut Grace, terdapat sejumlah kosakata yang memiliki makna berbeda antara Indonesia dan Malaysia sehingga perlu dipahami agar tidak menimbulkan kesalahpahaman saat berinteraksi dengan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi sambutan hangat warga di lokasi KKN yang dinilai sangat ramah dan membantu mahasiswa dalam menjalankan berbagai program pengabdian.
“Ini menjadi salah satu pengalaman paling menyenangkan dalam hidup saya. Saya bisa berada di negara lain dan berbaur langsung dengan masyarakat desa yang sangat ramah,” ungkap Grace.
Aghil dan Grace menuturkan, Malaysia menjadi salah satu negara tujuan favorit karena biaya hidup yang relatif lebih terjangkau dibandingkan Jepang serta memiliki jarak yang lebih dekat dengan Indonesia.
Keduanya juga mengungkapkan bahwa kemampuan Bahasa Inggris menjadi faktor utama dalam proses seleksi peserta KKN Internasional. Seluruh tahapan tes dilakukan menggunakan Bahasa Inggris sehingga peserta dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
Selain melaksanakan program di bidang kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, mahasiswa ULM juga memperkenalkan budaya lokal Kalimantan Selatan melalui pelatihan dan edukasi mengenai kain sasirangan.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan warisan budaya daerah kepada masyarakat internasional sekaligus memperluas promosi budaya Indonesia di tingkat global.
Reporter: Akhmad Effendy
Editor: Ronny Lattar
Uploader: Suhendra