Netizen Indonesia Sudah di Level Darurat Netiket

950

MARTAPURA,- Webinar Literasi Digital kembali di selenggarakan oleh Kementrian Kominfo RI dengan mengangkat tema ” Batasan-batasan berinternet  yang aman ” Senin ( 28/06 ) siang.

Hadir sebagai moderator Dika Putra Wijaya dengan dengan narasumber Didi Cahya sebagai Social Media Enthusiast and Podcaster , dr. Akbar Ghaus Fitness lnfluencer, Content dan Creator, Dyan Nugraha Former News Presenter, Reporter dan Lecturer, Tonie Kurniawan Marketing Specialist Basic Knowledge and Rules.

Salah satu narasumber dalam webinar
Didi Cahya Sebagai Social Media Enthusiast & Podcaster mengungkapkan bahwa netizen Indonesia merupakan netizen yang darurat, karena tergolong tidak ada sopan santun dalam berkomentar di media sosial.

” belum di edit terlebih dahulu, sebelum di telaah terlebih dahulu kebenarannya,” ujarnya.

Dikatakan, netizen berada di. Level darurat netiket, karena berkembangnya teknologi yang cepat dan mental netizen belum siap menerima, mereka menggunakan media sosial dan mengubah pola komunikasi yang semula langsung menjadi komunikasi bermedia yang memungkinkan penggunanya tidak bertatap muka sehingga etika dan tata krama menjadi longgar, termasuk melanggar hak privasi seseorang.

Lebih jauh dikatakan, netizen yang baik adalah mereka yang seharusnya posting hal-hal yang positif yang bermanfaat, cek dan ricek informasi yang di terima, lingdungi privasi anda, keluarga dan orang-orang terdekat serta gunakan jalur pribadi saat berkomunikasi personal dengan orang lain dan jadilah netizen yang santun saat menggunakan sosial media.

” Jadi saring sebelum sharing itu nggak cuma sekedar informasi, tapi juga kalau kita menerima apapun dalam media online harus di verifikasi dengan benar terlebih dahulu sebelum kita terima informasinya,” tambah didi.

Selanjutnya Didi mengingatkan untuk menghargai waktu dan bandwith orang, jangan sampai ‘nyampah’ di media sosial orang lain.

” dan orang tidak perlu tahu urusan anda dengan orang lain. Jadilah bijak, cerdas dan kreatif dalam bersosial media,” pintanya.

Reporter : Melda
Editor : Ronny Lattar