Pilah Sampah di Masyarakat, Masih Kurang Edukasi

209

MARTAPURA,- Hasil penelitian dari tahun 2018 – 2021 rata – rata masyarakat  Indonesia termasuk di Kabupaten Banjar belum mengetahui secara pasti tentang pemahaman pemilahan sampah organik dan non organik.

Hal tersebut diungkapkan Aktivis Lingkungan dan Tenaga Pendidik Tommy Kristian saat menjadi narasumber Bakisah ( Bijak Kelola Sampah ) di studio Radio Suara Banjar, Kamis ( 31/3/2023 ) pagi.

“Semua barang sampah sebenarnya bisa dirupiahkan, namun penyebab utama masih rendahnya kesadaran masyarakat, karena kurang edukasi dari keluarga pada kehidupan di rumah kita sendiri,” jelas Tommy.

Dikatakan, peran orang tua sangat penting, agar anak usia dini diharapkan sudah memahami tentang pilah sampah. Kemudian peran di kehidupan bermasyarakat, misalnya pihak kelurahan dalam memberikan edukasi kepada warganya.

Talkshow kali ini juga menghadirkan narasumber Ketua Mapala Stimi Banjarmasin Noval yang menyebutkan, tantangan luar biasa dalam menyadarkan pemahaman tentang pilah sampah.

Kemudian peran Bank Sampah juga sangatlah penting dalam mengedukasi masyarakat, supaya berperan penting dan memberikan semangat untuk membuang sampah, dan tak membiarkannya menjadi menggunung

” Kami punya kegiatan “Perang Sampah” sebagai bentuk kepedulian. Setidaknya ini menjadi langkah awal kami sebelum program lainnya yang serupa,” ujarnya.

Baik Tommy maupun Noval mengimbau masyarakat agar sedari sekarang bisa pilah sampah dari rumah kemudian jangan saling menyalahkan, namun bersama mencari solusi dan inovasi dalam semua permasalah persampahan.

Reporter : Akhmad Effendy
Editor : Ronny Lattar