Posyandu Tetap Buka Dimasa Pandemi, Ini 5 Prinsip Operasionalnya

560

MARTAPURA,- Dilansir dari rilis resmi Kemenkes, menyadari pentingnya pemantauan perkembangan balita dan kontinuitas program pencegahan stunting, Posyandu penting untuk tetap dibuka dalam masa pandemi mengingat posyandu adalah wadah pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang bayi dan balita, ibu hamil serta ibu menyusui. Tentunya, dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Merujuk Panduan Operasional Upaya Kesehatan di Posyandu dalam Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Penerapan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19, ada lima prinsip operasional posyandu selama pandemi. Pertama, hari buka dan pelayanan mengikuti kebijakan daerah penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut dan wilayah sekitarnya. Kedua, memprioritaskan kegiatan mandiri menggunakan buku KIA. Ketiga, menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, sering mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak). Keempat, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, konsultasi jarak jauh, dan janji temu. Kelima, hanya petugas dan pengunjung yang sehat boleh datang pada hari buka posyandu.

Masyarakat memberi tanggapan positif atas dibukanya kembali posyandu. Para sasaran posyandu menilai, pembukaan kembali posyandu membantu mereka mengetahui dan memantau perkembangan anak.

Setelah dan sebelum posyandu di buka nanti, masyarakat di minta harus tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan dalam adaptasi kehidupan baru yang berdampingan dengan covid19.

Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian yang diwakili oleh Sekretaris I  mengatakan, bahwa posyandu merupakan hal yang terpenting untuk menjadi perhatian bersama. Terlebih untuk memberikan pelayanan posyandu dalam beradaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi Covid19 untuk memberikan arahan kepada tenaga kesehatan maupun kader kesehatan dan masyarakat untuk membuka kembali pelayanan posyandu dengan aman.

Hadir dalam Video Conference Sosialiasi Panduan Operasional Upaya Kesehatan di Posyandu dalam Adaptasi Kebiasaan Baru di Command Center Barokah kali ini, Ketua TP PKK Kabupaten Banjar Hj. Raudathul Wardiyah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dr. Diauddin beserta SKPD terkait.

Reporter : Melda
Editor : Ronny Lattar