Webinar Literasi Digital Banjarmasin, Mengupas Tuntas Dunia Digital Dengan Literasi

298

MARTAPURA,- Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “ Mengupas Tuntas Dunia Digital dengan Literasi, di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan, Jumat (02/07/2021) siang.

Acara yang dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten. Welcoming Speech Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa, dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.

Dikatakan, program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.

“ Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Kominfo bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dimulai bulan Mei hingga Desember tahun ini,” ujarnya.

Dipandu moderator Shabrina Anwari dengan narasumber lokal Nikmah Hariati dan Barsihanor, sementara narasumber nasional Alexander Dimas dan Lala Rosa.

Narasumber lokal Nikmah Hariati dalam materinya mengetengahkan tentang Tren Pekerjaan dan Usaha Dunia Digital. Menurutnya dalam melakukan pekerjaan atau usaha di dunia digital seseorang harus mempunyai semangat yang tinggi dalam melakukannya.

“ Dalam bisnis digital platform, kita harus bersiap dan tidak terus terfokus pada pandemi saat ini, lebih baik cari solusinya agar kita bisa lebih berkembang, bantuan teknologi bikin kita mudah untuk mengembangkan usaha yang kita geluti saat ini,” ujarnya.

Sementara itu narasumber nasional Alexander Dimas mengetengahkan Tips dan Pentingnya Internet Sehat. Menurutnya Internet sehat sangat penting dilakukan oleh siapa pun agar lebih bermanfaat. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan seseorang agar bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti melindungi dari konten-konten negatif, terdapat software parental , software browser, software anti virus , internet berdasar usia serta orang tua yang harus berperan penting bagi anak-anaknya.

“ Selain itu ia kita juga harus menyadari tentang potensi ancaman yang bisa mengancam kita seperti Spam, Phising, Malware dan Spyware. Untuk anak ada aplikasi khusus, browser yang safety dan jangan posting foto sembarangan,” ujarnya.

Sementara Key Opinion Leader Lala Rosa mengetengahkan tentang berinternet bebas namun terbatas untuk berekspresi di media sosial. Dikatakannya, kebebasan berekspresi adalah hak individu tetapi jika tidak hati-hati bisa merugikan diri sendiri.

“ jika tidak mengikuti aturan itu berbahaya, jika tidak valid data dan berita akan dikenai sanksi pidana penjara dan hukuman paling banyak 750 juta rupiah,” pungkasnya.

Reporter : Rifky Zidane
Editor : Ronny Lattar