Webinar Literasi Digital, Pahami Kemajuan Teknologi dengan Literasi

233

Sejumlah pembicara berkompeten hadir saat webinar yang digelar Kementrian Komunikasi dan Informatika bertemakan “Mengenal Kemajuan Teknologi Dengan Literasi Yang Baik” di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Senin (6/9/2021) pukul 14.00 WITA. Acara dibuka Bupati Hulu Sungai Selatan Drs H Achmad Fikry, M.AP

Webinar yang dipandu oleh moderator Rio Brama yang menghadirkan narasumber ke dua yakni, Dr Ir Syahrial Shaddiq M.Eng. M.M. IPP yang membahas terkait keamanan digital.

Berkenalan dengan Artificial Intelligence (AI), sebuah kecerdasan buatan yakni kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah.

Walaupun AI memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, AI membentuk cabang yang sangat penting pada ilmu komputer, berhubungan dengan perilaku, pembelajaran dan adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin.

Pembuatan mesin dan program komputer untuk melakukan otomatisasi tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas.

“Termasuk contohnya adalah pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah,” kata Syahrial.

Masih kata Syahrial, kecerdasan buatan ini bukan hanya ingin mengerti apa itu sistem kecerdasan, akan tetapi juga mengkonstruksinya.

“Tidak ada definisi yang memuaskan untuk kecerdasan, seperti kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan menggunakannya atau kecerdasan yaitu

apa yang diukur oleh sebuah tes Kecerdasan,” tuturnya.

Selanjutnya narasumber ketiga Dara Rizky Amalia dengan materi tentang ‘cara berinteraksi dan Berkolaborasi Sesuai Etika.’

Ada beberapa poin dari Dara cara bermedia sosial yang baik yaitu:

1.Penggunaan bahasa

2.Menghargai orang lain

3.Kontrol pada konten

4.Overposting

5.Preferensi Bukan Plagiat.

Dari penggunaan bahasa sendiri harusnya menggunakan bahasa yang baik dan benar, lalu menggunakan kalimat  yang jelas dan hindari penggunaan kata yang multitafsir.

“Saya menekankan dalam menghargai orang lain harusnya, budayakan membaca sebelum berkomentar dan jangan sampai mencela ataupun menghina,” tandasnya.

Terkait kontrol pada konten Dara menyarankan untuk mengunggah hal yang sewajarnya saja jangan mengunggah hal yang bersifat pribadi.

“Jangan serta merta overposting, kontrol jumlah postinganmu, carilah waktu yang tepat untuk posting,” ucapnya.

Namun, hal yang terpenting yakni preferensi bukan plagiasi. Preferensi atau acuan bukanlah kiblat utama, ciptakan identitas dan karakter yang kuat, karena setiap manusia memiliki keunikannya masing-masing. 

Rilis