Berita

Bullying dan Kekerasan Jadi Ancaman, PATBM Diminta Bergerak Preventif

MARTAPURA,- Anak adalah amanah sekaligus aset bangsa yang paling berharga. Di tangan merekalah keberlanjutan pembangunan Kabupaten Banjar ini akan dititipkan.

Hal tersebut diutarakan Kepala Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar Hj Erny Wahdini saat kegiatan Monitoring dan Evaluasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Kecamatan Martapura, Senin (15/6/2026) pagi.

Dikatakan Erny, saat ini, tantangan dalam perlindungan anak semakin kompleks. Pengaruh negatif dari digitalisasi, perundungan (bullying) hingga kekerasan fisik maupun seksual masih menjadi ancaman nyata.

“Pemerintah daerah memiliki keterbatasan jangkauan jika harus mengawasi setiap sudut lingkungan keluarga secara langsung. Oleh karena itu, memastikan mereka tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah lainnya adalah kewajiban kita bersama bukan hanya tugas pemerintah semata,” ujarnya.

Ia berharap melalui sosialisasi ini, ada penguatan insting dan kapasitas dari para kader.

“Kita tidak ingin PATBM bersifat pasif atau sekadar menunggu adanya laporan kasus. Kita ingin PATBM bergerak aktif secara preventif seperti mengedukasi para orang tua tentang pola asuh yang benar dan menciptakan lingkungan desa yang ramah anak,” pungkasnya.

Turut hadir Camat Martapura Fahrian Rahman, Kepala Seksi Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Anak (PHPPA) Dr. Dyah Febria Wardhani, lurah serta pambakal se Kecamatan Martapura.

 

Reporter : Rifky Zidane

Editor : Ronny Latar

Uploader : Suhendra

Terbaru

Bupati Banjar : Pokoknya Is The Best

Radio Suara Banjar

Bagai MasterChef Handal, Dua Warga Binaan Lapas Karang Intan Terbaik II

Radio Suara Banjar

Bupati Banjar Tekankan Pambakal Untuk Bekerja Bersama Bukan Kerjasama

Radio Suara Banjar