Berita

Karhutla Ancam SMAN 1 Sungai Tabuk, Pikap Petugas Terperosok

SUNGAI TABUK – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di belakang SMAN 1 Sungai Tabuk, Desa Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Minggu (13/9/2026) siang, memicu kepanikan. Kobaran api yang melumat semak belukar kering dan pepohonan mengancam kawasan sekolah, sementara petugas pemadam menghadapi kendala armada yang terperosok.

Sejumlah siswa yang sedang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka berhamburan ke belakang sekolah untuk menyaksikan kobaran api yang membesar di lahan terbakar. Asap tebal membumbung di sekitar lokasi, menambah ketegangan saat tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar berupaya mengendalikan api.

Tim gabungan tiba menggunakan mobil double cabin atau pikap yang dilengkapi tandon air. Namun, kencangnya tiupan angin membuat api cepat merambat dan menyulitkan proses pemadaman. Kobaran api belum sepenuhnya terkendali ketika persediaan air dalam tandon habis dan petugas harus melakukan pengisian ulang di lokasi yang cukup jauh.


Situasi semakin genting ketika roda belakang kiri mobil pikap terperosok ke dalam tanah. Armada pemadam tidak dapat bergerak maju maupun mundur, sementara api didorong angin berbalik mendekati petugas dimana pikap berada.

Pihak sekolah kemudian menginformasikan keberadaan sumur di balik pagar sekolah yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh pasokan air. Informasi tersebut membantu petugas melakukan pemadaman dan mencegah api menjalar hingga mendekati pikap.

Setelah kobaran api berhasil dipadamkan, persoalan belum selesai. Mobil pikap yang terperosok harus dievakuasi menggunakan mobil tangki Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) sektor Gambut yang datang ke lokasi.

Upaya penarikan sempat gagal setelah selang yang digunakan untuk menarik kendaraan putus sebanyak dua kali. Tim gabungan bersama warga sekitar kemudian bergotong royong mengangkat dan menggeser posisi roda pikap ke bagian tengah agar roda kendaraan dapat dikeluarkan dari tanah. Setelah beberapa kali percobaan, mobil pikap akhirnya berhasil dievakuasi.


“Terima kasih semuanya atas bantuannya,” ucap Hakim, salah satu petugas BPBD Kabupaten Banjar.

Pihak sekolah juga melakukan pembasahan di sepanjang bagian belakang pagar untuk memastikan titik-titik api benar-benar padam dan mencegah kebakaran kembali muncul.

Sementara tim gabungan harus bekerja kembali atas laporan karhutla yang terjadi mendekati permukiman di desa yang sama.

 

Reporter : Ronny Lattar
Uploader : Suhendra

Terbaru

Tim Penurunan Stunting Akan Data Balita dan Baduta

Radio Suara Banjar

Siswa SMA Ikuti Webinar Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital

Radio Suara Banjar

Bupati Banjar Launching Majalah Suara Banjar

Radio Suara Banjar