MARTAPURA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026) siang. Kebakaran membentang dari kawasan Kompleks Syihab Persada 2 hingga lahan di belakang Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Banjar.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, penanganan karhutla dimulai pukul 11.56 WITA dan berakhir pada 17.50 WITA. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar tiga hektare. Lahan yang terbakar merupakan lahan kosong dengan vegetasi berupa semak belukar dan pepohonan galam. Hingga penanganan selesai, penyebab kebakaran masih belum diketahui.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, bersama jajaran bahkan ikut turun langsung melakukan pemadaman api yang berada persis di belakang kantor dinas tersebut.
Warsita mengatakan, langkah itu dilakukan karena khawatir api menjalar ke area kantor dan mengancam aset yang berada di dalam maupun sekitar kawasan perkantoran. Menurut Warsita, kebakaran mulai terlihat saat dirinya tengah melaksanakan rapat koordinasi penanganan karhutla bersama Kelompok Tani Peduli Api. Saat itu, ia mendapat informasi bahwa titik api telah berada di belakang kantornya.

“Api mulai siang ketika kami sedang rapat koordinasi karhutla dengan Kelompok Tani Peduli Api. Ternyata api sudah berada di belakang kantor,” kata Warsita.
Mengetahui kondisi tersebut, personel Brigade Karhutla yang berada di lingkungan Dinas Pertanian langsung dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Warsita menyebut personel tersebut memang disiapkan untuk bergerak cepat selama 24 jam apabila terjadi kebakaran lahan.
“Brigade karhutla kami langsung turun. Mereka memang siap 24 jam untuk segera melakukan penanganan,” ujarnya.
Warsita juga mengapresiasi keterlibatan pemadam kebakaran swasta yang turut membantu proses pemadaman di belakang kantornya. Menurutnya, kolaborasi antarpihak sangat penting dalam menghadapi karhutla, terutama ketika api berada di sekitar permukiman maupun fasilitas umum.
Ia berharap respons cepat terhadap kebakaran lahan dapat menjadi contoh bagi masyarakat. Menurutnya, api sekecil apa pun harus segera ditanggulangi agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

“Damkar ini menjadi contoh bagi masyarakat. Sekecil apa pun api, langsung ditanggulangi. Jangan sampai menunggu api membesar dan mendekati permukiman,” katanya.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Banjar menyebut penanganan karhutla yang membentang memanjang tersebut dilakukan bersama unsur gabungan, meliputi Satgas Darat BPBD, Polri, PMI, Damkar Kabupaten Banjar, BPK Emirate, BPK Sedap, serta sejumlah barisan pemadam kebakaran swasta.
Petugas melakukan asesmen dan pemantauan lokasi, berkoordinasi dengan seluruh unsur gabungan, serta melaksanakan pemadaman. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas juga melakukan pemantauan pascapemadaman untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Dalam proses penanganan, petugas menghadapi kendala berupa sulitnya memperoleh titik sumber air untuk mendukung pemadaman. BPBD melaporkan kondisi di lokasi setelah penanganan masih terdapat asap, terutama di bagian tengah area yang terbakar. Namun, secara keseluruhan penanganan kebakaran lahan berhasil dilakukan melalui kerja sama dan koordinasi seluruh unsur gabungan di lapangan.
Reporter : Ronny Lattar
Uploader : Suhendra