PT MAS-PT BBP Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas BUMDes, UMKM dan Pemdes

21

MATARAMAN,- Dalam rangka meningkatkan kapasitas lembaga desa BUMDes, UMKM dan Pemerintah Desa guna menunjang literasi akses keuangan dan produk usaha bersaing di pasaran.

PT Mitra Agro Semesta (MAS) dan PT Banjar Bumi Persada (BBP) melaksanakan pelatihan bagi 25 peserta dari perwakilan lembaga masyarakat desa di sekitar wilayah operasional yang digelar di Aula PTPN XIII Danau Salak, Desa Bawahan Selan, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kamis (26/10/2023).

 

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT MAS dan PT BBP Imran Rosyadi mengatakan pelatihan ini merupakan mandatory dari Kepmen ESDM 25/2018 untuk pelaksanaan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di wilayah operasional industri pertambangan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Banjar Kencana Wati mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kolaborasi PT MAS dan PT BBP kepada UMKM, BUMDes dan Pemdes.

“Sinergi ini kami harap terus tumbuh dan dukungan perusahaan seperti ini merupakan role model pengembangan sinergi multi-stakeholder yang ada di Kabupaten Banjar,” tuturnya.

 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional IX Wilayah Kalimantan Selatan, Odhik Susanto menekankan kepada peserta pentingnya literasi keuangan bagi pelaku UMKM, terlebih banyaknya lembaga keuangan non bank yang menawarkan pinjaman dengan mudah. 2L, Logis dan Legal adalah dua prinsip pelaku UMKM maupun masyarakat dikala akan melakukan peminjaman uang.

 

“OJK juga berkomitmen memperluas akses keuangan masyarakat secara inklusif, khususnya bagi pelaku UMKM,” ucapnya.

 

Hazmi dari Bank Kalsel menambahkan, peran perbankan sebagai pilar utama ekonomi juga memiliki skema yang praktis dan mudah dijangkau oleh berbagai sektor, UMKM dan pertanian.

 

“Bank Kalsel menawarkan 3 skema dengan plafon yang ringan, KUR Super Mikro, limit kredit sampai dengan Rp 10juta, KUR Mikro, limit kredit > Rp 10juta sampai dengan Rp 100 juta, KUR Kecil, limit kredit > Rp 10juta sampai dengan Rp 500 juta dan KUR Khusus, limit kredit sampai dengan Rp 500 juta. Bahkan untuk pertanian, Bank Kalsel menawarkan KUR sesuai dengan jangka waktu berdasarkan kalender musim,” jelasnya.

Satrio Arief Wibowo dari Indomaret Wilayah Kalselteng, menjelaskan tentang berbagai persyaratan dan kriteria produk UMKM untuk memasuki pasar retail modern, di antaranya harus rapi, higienis, modern dan juga lengkap secara perizinan, mulai dari halal, P-IRT dan BPOM. Packaging menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas rasa yang harus menggunakan metalized dan allumunium foil.

 

Pada kesempatan ini, Indomaret telah membuka ruang para pelaku UMKM di wilayah operasional PT MAS-PT BBP untuk dipasarkan melalui Indomaret, dimana Indomaret memiliki rak khusus yang memang menjajakan local potential di setiap wilayah di Indonesia.

 

Sementara itu Sahrani salah satu peserta sangat antusias adanya pelatihan dimana bisa bagaimana pengelolaan akses keuangan dengan baik.

Ia juga mengakui pernah merugi akibat kurang informasi, Alhamdulillah adanya aplikasi fintech kita bisa menambah modal dan juga akses pasar melalui Indomaret,” ungkapnya.

Nor Qomariyah, Public Relations PT MAS dan PT BBP menambahkan pelatihan penguatan kapasitas ini dilakukan guna mendorong tiga entitas utama pembangunan ekonomi desa bergerak maju. Hal ini sejalan dengan prinsip PPM pada aspek 4 (kemandirian ekonomi) dan juga capaian SDGs 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi). Ia berharap masyarakat lebih mandiri dengan laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banjar.

 

Dikesempatan ini juga produk UMKM dilakukan penilaian dari Indomaret di antaranya Aneka Camilan, produk dari UMKM Desa Mataraman dan Keripik Keladi Barokah dari Dusun Sungai Bokor, Desa Pematang Danau, keluar sebagai pemenang dengan kategori kualitas rasa terbaik.

 

Reporter : Zidan

Editor : Andri

Uploader : Hendra