PT TAJ Dukung Penuh Keberadaan Bank Sampah

29

MARTAPURA,- Perusahaan tambang juga harus memperhatikan sistem pengelolaan sampah yang baik dalam pemilahannya. Bagaimana mengelola sampah yang dihasilkan berupa limbah agar tidak merugikan warga di sekitar tambang.

Hal tersebut dijelaskan Kepala Teknik Tambang PT Tanjung Alam Jaya (TAJ) Gusti Yunisar Rahman ketika menjadi narasumber di program Bakisah (Bijak Kelola Sampah) di Radio Suara Banjar, Kamis (04/01/2023) pagi.

Gusti menjelaskan, di tambang ada beberapa macam jenis limbah, dan  tempat penampungan sementara yang disediakan, dan masuk dalam pengawasan stake holder.

“Jadi tidak sembarangan dan sudah dipilah mana jenis limbah yang berbahaya dan tidak, jadi kita di perusahaan juga menerapkan metode pemilahan yang dilakukan seperti di masyarakat,” ujar Gusti.


Kemudian untuk melakukan langkah konkret tentang pengelolaan sampah di perusahaan, ia mengeluarkan edaran yang isinya setiap karyawan wajib mengumpulkan sampah pada saat kapan saja dilingkungan kerja. Ada reward dan punishment untuk ini, bahkan semua karyawan wajib dan sudah menjadi nasabah Bank Sampah Berirama Desa Mangkauk.

Mendampingi Gusti pada talkshow ini Retno mengatakan, selain proses pendalaman kerjasama dengan Bank Sampah Sekumpul, pihaknya juga telah melakukan pendekatan bukan hanya ke satu tempat tapi lebih kepada pendekatan leadernya yakni Pambakal setempat dalam peran memberikan sosialisasi terkait penanganan sampah.

Melalui peran PT TAJ dibantu Bank Sampah Sekumpul Martapura, beberapa waktu lalu PT TAJ mendapatkan penghargaan Proklim Award Kategori Utama untuk Bank Sampah Berirama di Desa Mangkauk Kecamatan Pengaron.

PT TAJ turut berkomitmen untuk menjaga lingkungan dengan mendukung penuh perwujudan pembentukan Bank Sampah Berirama Desa Mangkauk, sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2021 Tentang Pengelolaan Sampah Pada Bank Sampah.

Reporter : Akhmad Effendy
Editor : Ronny Lattar
Uploader : Suhendra