Webinar Literasi Digital, Dampak Positif Bermedia Sosial di Era 4.0

284

MARTAPURA,- Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Dampak Positif Bermedia Sosial di Era 4.0” di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Rabu (11/08/2021) pukul 10.00 Wita.

Acara dibuka oleh Bupati Hulu Sungai Tengah, H Aulia Oktafiandi dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Reza Rahman yang menghadirkan narasumber Narasumber pertama yakni, Risda Citra Yogyanita dengan materi tentang “Budaya Digital : Marketing dan Business Development.”.

Ia memaparkan, “Teknologi hanya sebuah alat saja, Seiring perkembangan waktu penggunaan perangkat digital oleh manusia mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini merupakan imbas dari kemajuan teknologi yang membuat segalanya mudah diakses dan didapatkan. Di masa pandemi opsi berdonasi digital menjadi pilihan masyarakat untuk bisa tetap membantu sesama secara cepat, aman dan tanpa kontak,” pungkasnya

Narasumber kedua, Ahmad Hakim yang membahas materi tentang “Keamanan Digital”.

“Hati-hati memilih teman di media sosial. Menggunakan internet secara bijak dan sesuai dengan etika yang sesuai dengan norma yang berlaku, tanpa membahayakan diri sendiri maupun orang lain, menjaga privasi dan informasi pribadi, selalu merubah atau membuat kata sandi (password) yang bervariatif agar aman dan meminimalisasi dari pembajakan akun, kita juga bisa mengaktifkan two-factor authentication atau biasa juga di sebut keamanan dua langkah seperti yang sekarang sudah tersedia di Whatsapp dll,” jelasnya

“Gunakan VPN berbayar agar data kita hanya terdeteksi sebagai anonym atau tanpa nama, akan membuat kita merasa aman dan nyaman dalam mengakses informasi di dunia digital serta gunakan bahasa yang baik posting hal-hal yang baik guna menghindari dari tindakan cyberbullying,” tegasnya

Narasumber ketiga yaitu Indira Salsabilla yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Etika Digital”

“Kekerasan online adalah memanipulasi konten dan membuat akun palsu, melihat kemajuan teknologi sekarang ini dimana semua mengarah ke digitalisasi menimbulkan efek positif dan negative apalagi di dalam media sosial khusus nya, terkait hal itu dalam penyampaian nya dalam bermedia sosial ada berupa rambu-rambu berbahasa yang tentunya akan disampaikan,” tuturnya

“Hal-hal yang perlu di perhatikan adalah seperti lawan komunikasi, kondisi penyampaian, berbahasa santun sehingga pesan positif dapat tersampaikan dengan baik ke khalayak ramai, menghindari penyampaian bahasa yang terlalu propokatif, kasar, mengandung unsur sara, Hoax dsb, sehingga kita bisa berekspresi dengan bebas namun mengetahui batasan-batasan dengan berbahasa yang santun agar menjadi netizen yang cerdas,” pungkasnya.

Terakhir narasumber Agus Wiranda yang menyampaikan materi tentang “Kecakapan Digital”

“Banyak orang Indonesia berharap pendidikan akan membaik dengan sendirinya padahal tidak begitu. Jadikan media sosial sebagai penangkal radikalisme merealisasikan doktrin dan strategi dengan cara mengasah potensi dengan cara mendapat ilmu, mengenali peta yang akan disampaikan, serta mengerti dan memahami kekuatan maupun kelemahan yang akan kita sampaikan dengan mempelajari berbagai penelitian,” pungkasnya

Rilis