Webinar Literasi Digital, Hati-Hati Penyebaran Hoaxs

514

MARTAPURA,- Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema ‘Aman dari Kejahatan Dunia Digital dengan Literasi’ di Kabupaten Kotabaru, Kamis (19/8/2021) pagi. Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Samuel Abrijani Pangerapan, B.Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu moderator Aulia Mawardika, yang menghadirkan narasumber pertama yaitu Restu Triandy yang merupakan Vokalis Band Rif.

“Zaman sekarang sangat mudah melakukan apapun di dunia maya, seperti adanya youtube kita dengan mudah mengakses dan upload dengan cepat. Kalau dahulu harus melalui radio” ujar Andy

“Asalkan kita harus tetap memperhatikan etikanya dalam dunia digital” tambahnya

Kemudian ada materi dari narasumber kedua yaitu Kity Tokan, S.H., M.H yang menyampaikan materi tentang “Persfektif Pidana dalam Kejahatan Era Industri 4.0 di Masa Pandemi Covid-19”

“Dunia nyata sama dengan dunia cyber, karena jika kita baik di dunia nyata maka baik juga di dunia cyber begitupun sebaliknya,” ujar Kity

Ada 12 jenis kejahatan cyber yang disampaikan Kity, yaitu hacking, denial of service, web hacking, salami sliching, penyebar virus, phising, cyber stalking, pembajakan software, logic bombs, spamming e-mail, data diddling, dan pencurian identitas.

Kemudian ada materi menarik dari narasumber ketiga yaitu, Eliza Maghfira sekaligus Key Opinion Leader yang menyampaikan materi tentang “Digital Culture”

Apa itu Digital Mindset?

Eliza menyampaikan digital mindset merupakan pola pikir yang terbuka akan perkembangan teknologi dan memanfaatkan teknologi tersebut untuk media eksplorasi.

“Persaingan di dunia digital terjadi begitu pesatnya, sehingga cukup banyak informasi yang dapat diketahui melalui internet. Walaupun, kehati-hatian dalam memilah data/informasi yang kita dapat dari internet juga wajib ditingkatkan,” ujar Eliza

Ada empat cara keuntungan memiliki digital mindset dalam berliterasi digital, yaitu;

1.Mengetahui & memahami perkembangan digital.

2.Memahami tren (pasar)

3.Memiliki ilmu untuk melakukan pengembangan diri

4.Mengetahui cara untuk produktifitas

Terakhir, ada materi dari narasumber Ahmad Rinaldi yang menyampaikan tentang “Menjadi Netizen Pejuang, Bersama Hoax”

“Ada dua macam informasi di internet yaitu fakta dan hoax. Mudahnya penyebaran berita membuat kita susah untuk memilah yang mana benar dan salah” ujar Rinaldi

Kenapa kita dengan mudah terpapar hoax?

“Bahkan tidak perduli apa profesi dan tingkat pendidikan. Mereka menyebarkan hoaxs, kadang karena ingin menjadi yang pertama tahu di grupnya,” ujar Rinaldi

“Sudah menjadi tugas kita sebagai para milenial dan generasi Z untuk mengedukasi dan mengajari hal itu,” tambahnya.

Rilis