BANJARBARU – Pemerintah Kabupaten Banjar terus berkomitmen meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan hidup. Salah satunya melalui penyelenggaraan seleksi Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Duta Pepelingasih) tingkat Kabupaten Banjar, di Hotel Roditha Banjarbaru, Kamis (18/6/2026) siang.
Seleksi Duta Pepelingasih Kabupaten Banjar tahun ini menyasar para pemuda-pemudi lokal untuk menghimpun minat dan kepedulian mereka terhadap isu-isu lingkungan. Para peserta ditantang untuk menunjukkan peran nyata dan solutif dalam menghadapi berbagai permasalahan lingkungan saat ini.
Kepala Disbudporapar Banjar H Irwan Jaya melalui Kasi Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda Supriyadi mengatakan dalam seleksi ini, para peserta diuji berdasarkan pengalaman mereka dalam mengelola lingkungan. Mulai dari pengelolaan limbah sampah, hingga peran serta menjaga kebersihan daerah aliran sungai. Menariknya, tahun ini para peserta melahirkan berbagai inovasi pemanfaatan limbah.
“Dari pengalaman mereka mengelola lingkungan, baik itu limbah dari sampah, kemudian peran sertanya dalam mengelola lingkungan yang bersih di sungai, hari ini ada beberapa inovasi yang mereka buat seperti lampu yang terbuat dari bahan sampah,” ujarnya.
Supriyadi mengungkapkan antusiasme pemuda tergolong luar biasa pada tahun ini, dari target awal yang hanya ditarget sebanyak 25 orang, jumlah peserta yang mendaftar dan mengikuti seleksi melonjak hingga mencapai 32 orang peserta.

Dari seluruh rangkaian seleksi, nantinya akan dipilih tiga duta terbaik (Juara 1, 2, dan 3). Mereka yang terpilih akan mendapatkan edukasi mendalam dari tim juri, termasuk dari pihak Bank Sampah dan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) sebelum akhirnya melaju untuk mewakili Kabupaten Banjar di kompetisi tingkat Provinsi pada bulan Juli atau Agustus mendatang.
Ia berharap, melalui ajang Pepelingasih ini, lahir agen-agen perubahan muda yang siap memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Sementara salah satu juri H Gusti Rendy Firmansyah menegaskan meskipun kegiatan ini dimotori oleh Disbudporapar, aspek lingkungan tetap menjadi panglima dalam proses penilaian. Menurutnya, muatan kemampuan terhadap pemahaman pengelolaan lingkungan, serta aksi dan inovasi nyata menjadi poin paling krusial.
“Hal ini dikarenakan para pemenang nantinya akan didelegasikan untuk bersaing di tingkat provinsi hingga nasional. Lebih dari itu, kami mencari sosok duta yang memiliki jiwa aplikatif, bukan sekedar mumpuni secara teori,” imbuhnya.

Gusti Rendy yang juga Sekretaris DPRKPLH menambahkan, tantangan terbesar dewan juri terletak pada penilaian aspek aplikatif para peserta sebagai pelaku langsung di tengah masyarakat. Berdasarkan hasil evaluasi, baru sekitar 50 persen peserta yang dinilai benar-benar siap dan aktif bergerak secara nyata.
“Dewan juri dituntut untuk lebih jeli dalam menilai, mengingat permasalahan lingkungan saat ini semakin kompleks tidak lagi hanya berkutat pada masalah sampah, melainkan juga isu-isu lingkungan terkini yang memerlukan solusi yang terus diperbarui,” terangnya.
Terpisah, salah satu pemenang yang berhasil ditemui, Helma mengaku usai dikukuhkan sebagai Terbaik 2 Duta Pepelingasih, langkah nyata kini mulai dipersiapkan. Terdapat dua program kerja utama yang menjadi fokus pergerakan ke depan.
Program pertama yakni fokus pada edukasi dan kreativitas, yakni mengajak generasi muda untuk mengolah limbah menjadi karya yang bernilai jual tinggi. Guna memicu minat tersebut, ke depannya akan diadakan serangkaian perlombaan pemanfaatan limbah secara kompetitif.
Sementara untuk program kedua, fokus diarahkan pada pengaktifan kembali Cafe Bank Sampah. Fasilitas yang sebenarnya sudah diinisiasi sejak tahun 2021 ini sempat vakum, dan kini siap dibuka kembali dengan konsep baru yang lebih menarik bagi anak muda.
Menghadapi kompetisi tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, Helma berharap dapat memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Banjar.
“Target saya bisa membawa nama baik Kabupaten Banjar dan meraih prestasi di tingkat provinsi. Yang terpenting adalah menjalankan program kerja secara maksimal,” katanya.
Pada seleksi Duta Pepelingasih Kabupaten Banjar 2026, Juara I diraih Siti Anisa, Terbaik II Helma dan Terbaik III Salim A. Vadaq. Sementara Harapan I diraih Zaini Aripin.

Para pemenang menerima trofi, piagam penghargaan dan uang pembinaan yang diserahkan dewan juri Dewi Heldayati dari Bank Sampah Sekumpul serta Hendrit Purwanto selaku Ketua Pepelingasih Provinsi Kalimantan Selatan.
Reporter : Rifky Zidane
Editor : Ronny Lattar
Uploader : Suhendra