Pemkab Banjar Raih Penghargaan APE Anugerah Parahita Ekapraya 2020 Kategori Pratama

277

MARTAPURA,- Kesetaraan dan keadilan gender dalam rumah tangga, masyarakat dan negara bisa diwujudkan melalui strategi yang rasional dan sistimatis. Strategi ini disebut PUG atau Pengarusutamaan Gender. Selaras dengan ini Indonesia menjadi tuan rumah ASEAN Ministerial Meeting on Woman (AMMW) Ke-4, dengan tujuan untuk menentukan kebijakan perlindungan perempuan di negara-negara ASEAN.

Pemkab Banjar menerima penghargaan APE Anugerah Parahita Ekapraya 2020 Kategori Pratama dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI I Gusti Ayu Bintang secara virtual Rabu, (13/10) siang.

Selain Menteri PPPA RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati, juga hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy. Sementara di Command Center hadir Kepala DP2KBP3A Kabupaten Banjar Hj. Siti Hamidah  didampingi Kabid Pemberdayaan Perempuan Merilu Ripner,  Kabid Sosial Budaya dan SDM Bappedalitbang Kabupaten Banjar Anna Rosida Santi.

Menteri (PPPA) RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengungkapkan rasa bangganya karena Indonesia menjadi tuan rumah AMMW tahun ini. Ada 13 Kementerian/Lembaga, 29 Provinsi dan 266 Kabupaten/Kota yang menerima penghargaan APE 2020 tersebut.

” Kami berharap praktek-praktek baik dalam pelaksanaan pengarusutamaan gender di Indonesia ini dapat menjadi sarana pembelajaran bersama para negara ASEAN dan turut meningkatkan pelaksanaan pengarusutamaan gender di Indonesia,” katanya.

Kepala DP2KBP3A Banjar Hj. Siti Hamidah menjelaskan, mengenai penghargaan yang diterima Kabupaten Banjar, yakni APE Anugerah Parahita Ekapraya yang merupakan ukuran penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Daerah yang berkomitmen dan mendukung pelaksanaan pengarusutamaan gender di Kabupaten/Kota termasuk Kabupaten Banjar.

” Nantinya diharapkan akan benar-benar mampu menciptakan keadilan bagi sumber daya perempuan yang memiliki potensi di berbagai bidang pembangunan,” ujarnya.

4 kategori Anugerah Parahita Ekapraya ini yaitu pratama, madya, utama dan tingkat mentor. Penilaian dilaksanakan 2 tahun sekali dengan 7 komponen penilaian antara lain komitmen, kebijakan, kelembagaan, SDM dan anggaran, alat analisis gender, data gender dan partisipasi masyarakat.

Reporter : Inka Regina
Editor ; Ronny Lattar