Webinar Literasi Digital, Tips Cara Belanja Online Yang Aman

262

MARTAPURA,- Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Siberkreasi menggelar webinar listerasi digital bertema “Memasuki Internet Dengan Aman dan Melalui Literasi” di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Senin (19/07/2021) siang.

Dalam webinar ini selaku narasumber pertama yaitu Windy Oktanaura yang merupakan seorang Accountant At PT. Paragon Technology & Innovation mengangkat tema “Main Aman Saat Belanja Online”.

Dalam konteks berbelanja di era digital, seseorang perlu mempunyai kemampuan literasi yang baik. Sebab apabila tidak, aktivitas berbelanja yang menyenangkan bisa menjadi ancaman membahayakan. Jika tidak dikendalikan, maka uang yang diupayakan berminggu-minggu berbulan-bulan bisa habis dalam hitungan hari.

“Jadi walaupun belanja online itu menyenangkan, tapi kalau tidak terkendali menjadi tidak menyenangkan. Oleh karena itu, saya sangat mendukung literasi digital. ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ itu makin baik. Tapi, juga harus diiringi dengan literasi keuangannya,” tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa berbelanja melalui jejaring internet atau biasa disebut belanja online bukan suatu yang asing lagi buat masyarakat, terutama di tengah pandemi covid-19 seperti sekarang ini. Alhasil, masyarakat mulai terbiasa memanfaat teknologi internet untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk kegiatan berbelanja.

Berikut cara aman berbelanja online agar tidak tertipu, antara lain perhatikan reputasi penjual, teliti produk yang akan dibeli, bandingkan harga dengan toko sebelah, cermati syarat dan ketentuan dan pilihlah toko atau penjual yang menyediakan rekening bersama.

Narasumber Junaidy, M.I.Kom., M.AB merupakan seorang dosen memaparkan tentang Etika Berjejaring “Jari-mu Harimau-mu”. Dijelaskan banyak orang menjaga lisannya agar tidak menjadi “mulutmu harimaumu”, apalagi jika kata-kata atau kalimat nyelekit yang diucapkan seseorang, akhirnya menjadi “senjata makan tuan”. Tapi pepatah dan ungkapan itu, pada zaman now ini, mulai tergeser dari “mulutmu harimaumu” menjadi “jari-jarimu harimaumu”.

“Dengan ketukan lembut jari-jari di layar gadget atau papan keyboard komputer, dalam hitungan detik dunia bisa heboh. Perang antar-suku, antar-kampung, antar-agama, antar-negara, dan antar-antar yang lain; bisa saja meledak seketika, hanya gara-gara suatu tulisan atau berita yang belum tentu kebenarannya,” ujar Junaidy.

Ia juga menambahkan bahwa dengan ketukan lembut jari-jari di layar gadget atau papan keyboard komputer, dalam hitungan detik dunia bisa heboh. Masyarakat di suatu negara atau wilayah yang semula hidup tenang, sejahtera, dan bahagia bisa saja menjadi beringas dan bahkan mengangkat senjata akibat jari

Reporter Rifky Zidane
Editor : Ronny Lattar