Samakan Persepsi, DLH Banjar Undang Puluhan Perusahaan Tambang

603

MARTAPURA,- Guna mencegah kerusakan lingkungan akibat kegiatan pertambangan Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Kabupaten Banjar menggelar rapat koordinasi pengendalian kerusakan lingkungan hidup, di Hotel Three Park Kertak Hanyar, Kamis, (22 /07 ) pagi.

Rakor yang melibatkan stakeholer terkait, serta puluhan perusahaan tambang yang beroperasi di Kabupaten Banjar tersebut dihadiri Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikwansnyah, Plt Kepala DLH Banjar Mursal, Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Provinsi Kalsel, Sutikno dan Profesor Dr Suhaili Asmawi sebagai narasumber.

Bupati Banjar H.Saidi Mansyur dalam arahannya yang dibacakan Plt Asisten Perekonomian Pembangunan, Ikhwansyah, mengingatkan perusahaan tambang untuk melakukan operasionalnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Banyak aspek yang mesti diperhatikan oleh perusahaan tambang, mulai dari aspek legalitas lahan, aspek sosial masyarakat, ekonomi hingga pengelolaan lingkungan yang baik. Pemerintah Kabupaten Banjar telah memberikan fasilitas lahan untuk perusahaan tambang, namun kami juga meminta agar operasional dilakukan dengan mengindahkan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Rakor yang juga diikuti oleh akademisi, pemerhati lingkungan ini diharapkan dapat menyatukan kerangka fikir dan pemahaman terhadap bahaya pencemaran dan kerusakan lingkungan. Juga dapat meningkatkan kesadaran partisipasi komitmen dan sinergitas dalam pengendalian dampak lingkungan.

Plt. Kepala DLH Banjar Mursal mengatakan, tujuan mengundang para perusahaan tambang sebagai peserta rakor karena kegiatan pertambangan berpotensi merusak lingkungan.

“Jika tak dikelola dengan baik dan benar akan berpotensi merusak lingkungan sehingga dengan diadakannya rakor diharapkan para pengusaha tambang  lebih berkomitemen lagi dalam mengelola lingkungan sesuai dengan kaidah  good maining practice atau kaidah teknik pertambangan yang baik,” jelasnya.

Rakor selanjutnya diisi dengan penyampaian materi oleh narasumber, terkait pengelolaan lingkungan hidup.

Reporter : Umar
Editor : Ronny Lattar