Webinar Literasi Digital, Memahami Kebebasan Berekspresi dalam Dunia Digital

395

MARTAPURA,- Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Siberkreasi menggelar webinar listerasi digital bertema “Memahami Kebebasan Berekspresi dalam Dunia Digital” di Kabupaten Tanah Laut, Rabu (14/07/2021) siang.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Tanah Laut, H Sukamta dan dipandu oleh Host Shabrina Anwari.

Pemateri Marezza Putri Anggraeni, seorang dosen dan bisnis konsultan menyampaikan materi bertajuk ‘Memahami Kebebasan Berekspresi dalam Dunia Digital’. Ia menyebutkan sosial media adalah media berekspresi paling populer saat ini. menurutnya, medsos itu untuk ajang komunikasi dan silaturahmi antar budaya, sharing, pengembangan diri, dan juga membangun profil publik.

Ia menjelaskan bahwa bebas dalam mengekspresikan diri ini mengetahui batas-batasan norma dalam pelaksanaannya agar tidak merugikan orang lain.

“Dalam pelaksanaannya, kebebasan berekpresi adalah hak yang harus terpenuhi karena mendapatkan kepuasan diri, menemukan kebenaran, memperkuat kemampuan mengambil keputusan, dan mendukung keseimbangan sosial dari perubahan-perubahan yang terus terjadi,” jelasnya.

Menurut survei ada beberapa ancaman kebebasan berekspresi di internet yaitu 51.4% pidana akibat UU ITE, 26.8% Bully, 7% intimidasi, 6% pembatasan akses yang dapat diblokir, 3.9% cyber crime, 2.8% pelanggaran privasi, dan 2.1% hoax.

Sementara pemateri Reno Afrian, ketua HIPMi Hulu Sungai Utara, mensosialisasikan tentang pentingnya bisnis online bagi UMKM. “E-market itu salah satu solusi di saat pandemi bagi semua pedagang,” ujarnya.

Reno juga memaparkan terkait alasan harus digunakannya media online untuk berdagang.Hal ini karena pertumbuhan internet kian massif, jangkauan pasar lebih luas, waktu yang tidak terbatas, pendapatan semakin meningkat, biaya operasional lebih mudah, dan meminimalisir kehilangan market.

Pemateri Rana Ryandra, seorang CEO dari Bicara Project memaparkan materi terkait ‘Jejak Digital. Rana memaparkan, 1 tahun terakhir menurut survei media sosial yang sering dipakai itu ada Youtube, WhatsApp, dan Instagram. “Di sini, sosial media sebagai sumber informasi, identitas diri, dan rekam jejak penggunanya,” ujarnya.

“Posting dan konsumsi konten yang informatif dan bermanfaat, utamakan fakta, hindari hoax, SARA, bahkan ujaran kebencian. Bangunlah personal branding yang bagus dan tunjukkan potensi diri. Kemudian tinggalkan postingan atau komentar yang baik,” tipsnya.

Reporter : Rifky Zidane
Editor : Ronny Lattar